![]() |
| TPDSM Resmi di mulai |
Jawa Nusantara Organistasion.com || 22 Mei 2026
Mojokerto – Proses awal pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit (TPDSM) resmi dimulai dengan pemasangan peta pembangunan di Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (21/05/2026). Proyek yang digagas Yayasan Soerya Modjopahit tersebut diproyeksikan menjadi kawasan wisata budaya dan edukasi berbasis sejarah peradaban Majapahit.
Kegiatan pemasangan peta pembangunan dihadiri sejumlah pihak, mulai dari jajaran Perhutani KPH Jawa Timur, Perhutani KPH Jombang, perwakilan Yayasan Soerya Modjopahit, Camat Trowulan, Kepala Desa Pakis, hingga unsur Forkopimcam setempat.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan bersama terhadap pengembangan kawasan budaya di wilayah Trowulan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit.
TPDSM direncanakan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 22,90 hektare di wilayah Desa Pakis. Kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan secara bertahap selama sekitar dua tahun dengan mengusung konsep wisata budaya, edukasi sejarah, penghijauan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.
Administrator Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Y.S., menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pembangunan kawasan tersebut selama tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kelestarian kawasan hutan.
Menurutnya, keberadaan TPDSM berpotensi menjadi ikon wisata budaya baru di Mojokerto sekaligus memperkuat citra Trowulan sebagai pusat sejarah Majapahit yang dikenal hingga mancanegara.
“Pembangunan dilakukan secara bertahap dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. Penghijauan serta keberadaan pohon di kawasan tetap menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Sementara itu, insinyur pelaksana proyek, Ir. Ma’mun Suparta menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan akan difokuskan pada pemerataan lahan, penataan kawasan, dan penanaman pohon guna menciptakan kawasan wisata budaya yang selaras dengan konsep green cultural tourism.
Ia menegaskan bahwa pembangunan TPDSM tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, namun juga mengangkat filosofi budaya dan nilai sejarah Majapahit agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“TPDSM diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya Mojopahit sekaligus destinasi wisata edukasi yang mampu menarik wisatawan lokal maupun internasional,” ungkapnya.
Konsep kawasan nantinya akan mengusung nuansa budaya Jawa Majapahit secara menyeluruh, mulai dari desain bangunan, tata ruang kawasan, hingga busana para pedagang dan karyawan yang akan menggunakan pakaian adat khas Jawa.
Selain menjadi destinasi wisata budaya, proyek tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor UMKM, perdagangan, jasa wisata, hingga pembukaan lapangan pekerjaan baru.
Dengan dimulainya pembangunan TPDSM, kawasan Trowulan diproyeksikan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat warisan budaya Majapahit yang memiliki nilai sejarah tinggi serta potensi wisata budaya bertaraf nasional maupun internasional.
Jurnalis Johanes
