![]() |
| Proyek di duga dikerjakan kurang ahli dan kurangi pro |
JNO NEWS | Investigasi dan Kontrol Sosial
MOJOKERTO — Proyek pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Mojokerto yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan. Berdasarkan dokumentasi lapangan pada Kamis (29/10/2026), pekerjaan konstruksi di lokasi proyek terlihat masih didominasi struktur awal berupa pondasi dan rangka tulangan kolom yang berdiri.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian progres fisik dengan jadwal pelaksanaan, efektivitas pengawasan, serta strategi penyelesaian pekerjaan menjelang batas akhir kontrak pada 31 Desember 2026.
Berdasarkan papan informasi proyek yang didokumentasikan JNO NEWS, pembangunan PLHUT Kabupaten Mojokerto memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.254.401.227, dengan sumber anggaran APBN Tahun Anggaran 2026. Masa pelaksanaan tercantum mulai 2 Oktober hingga 31 Desember 2026.
Dalam papan proyek tersebut, CV. Trisula Surya Kencana tercantum sebagai kontraktor pelaksana, sedangkan CV. Reskindo Wasa tercantum sebagai konsultan pengawas.
Dengan masa pelaksanaan sekitar 90 hari kalender, pekerjaan tersebut dituntut berjalan sesuai tahapan, spesifikasi teknis, dan target yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Progres Fisik Menjadi Pertanyaan: Bagaimana Strategi Mengejar Target?
Dokumentasi pada 29 Oktober 2026 memperlihatkan sejumlah tulangan kolom yang telah berdiri, pekerjaan struktur awal, serta material konstruksi di area proyek. Gambaran tersebut menjadi dasar bagi JNO NEWS untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai persentase progres fisik aktual dibandingkan target yang seharusnya dicapai pada periode yang sama.
Namun, penilaian keterlambatan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan foto atau pengamatan visual. Diperlukan data pembanding berupa kurva-S, laporan kemajuan pekerjaan, jadwal pelaksanaan, serta hasil pengawasan teknis.
Pertanyaan mendasarnya, apakah progres di lapangan masih sesuai dengan rencana kerja? Jika terdapat deviasi, berapa besar selisih antara target dan realisasi, apa penyebabnya, dan langkah korektif apa yang telah disiapkan?
Keterbukaan informasi mengenai hal tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah pekerjaan berjalan secara terkendali atau memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Nilai Kontrak Rp2,25 Miliar, RAB dan Perencanaan Perlu Diperiksa
Nilai kontrak yang mencapai lebih dari Rp2,25 miliar menuntut pertanggungjawaban yang jelas terhadap penggunaan anggaran negara. Perencanaan, kebutuhan material, tenaga kerja, metode konstruksi, serta urutan pekerjaan harus disusun secara terukur agar target penyelesaian dapat dicapai tanpa mengorbankan mutu.
Karena itu, JNO NEWS mendorong pihak terkait menjelaskan kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), termasuk volume pekerjaan, spesifikasi material, serta rencana kerja yang menjadi dasar pelaksanaan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara pekerjaan terpasang, laporan kemajuan, dan pembayaran, persoalan tersebut perlu diperiksa melalui mekanisme pengawasan dan pemeriksaan yang berlaku.
RAB tidak dapat dinyatakan bermasalah hanya karena progres terlihat belum jauh. Akan tetapi, kesesuaian antara perencanaan, realisasi fisik, dan penggunaan anggaran merupakan aspek penting yang patut dipastikan.
Konsultan Pengawas Diminta Menjelaskan Hasil Pengawasan
Nama CV. Reskindo Wasa tercantum pada papan informasi sebagai konsultan pengawas proyek. Dalam pelaksanaan konstruksi, pengawasan memiliki peran penting untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, volume, keselamatan kerja, serta jadwal kontrak.
Publik perlu mengetahui apakah pengawasan telah dilakukan secara berkala dan apakah tersedia laporan kemajuan yang membandingkan target dengan realisasi.
Jika ditemukan keterlambatan atau kendala teknis, apa rekomendasi pengawas kepada pemilik pekerjaan dan penyedia jasa? Apakah terdapat catatan evaluasi, instruksi perbaikan, atau usulan percepatan yang terukur?
Pertanyaan tersebut bukan tuduhan terhadap pihak pengawas, melainkan bagian dari kontrol sosial untuk memastikan bahwa fungsi pengawasan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kontraktor Pelaksana Perlu Memaparkan Strategi Penyelesaian
CV. Trisula Surya Kencana tercantum sebagai kontraktor pelaksana dalam papan informasi proyek. Dengan batas akhir kontrak pada 31 Desember 2026, penjelasan mengenai tahapan pekerjaan berikutnya menjadi relevan untuk memastikan kesiapan penyelesaian.
Pihak pelaksana perlu menjelaskan rencana kerja untuk menyelesaikan tahapan struktur, pemasangan material, pekerjaan arsitektur, instalasi, serta pekerjaan lain sesuai lingkup kontrak.
Apabila diperlukan percepatan, langkah tersebut harus tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja. Penambahan tenaga kerja atau jam kerja, misalnya, perlu disesuaikan dengan metode pelaksanaan yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mengejar tenggat waktu tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi mutu atau mengabaikan prosedur keselamatan.
Uang Negara Harus Menghasilkan Bangunan Berkualitas
Pembangunan PLHUT merupakan pekerjaan yang menggunakan anggaran negara dan ditujukan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan secara administratif, tetapi juga dari kesesuaian mutu, fungsi bangunan, dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
JNO NEWS mendorong pemilik pekerjaan dan pihak terkait membuka informasi yang relevan mengenai progres fisik, target penyelesaian, hasil pengawasan, serta langkah penanganan apabila ditemukan penyimpangan dari jadwal.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian volume, mutu, administrasi, atau pembayaran, tindak lanjut harus dilakukan berdasarkan bukti dan kewenangan masing-masing pihak.
JNO NEWS Minta Klarifikasi Terbuka
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, JNO NEWS mendorong klarifikasi dari pihak-pihak terkait, meliputi:
- Pemilik pekerjaan atau pejabat pembuat komitmen (PPK): mengenai progres fisik aktual, target berdasarkan kurva-S, serta evaluasi pelaksanaan.
- CV. Trisula Surya Kencana: mengenai tahapan pekerjaan yang telah diselesaikan, kendala yang dihadapi, dan strategi penyelesaian hingga batas akhir kontrak.
- CV. Reskindo Wasa: mengenai hasil pengawasan, kesesuaian mutu pekerjaan, serta evaluasi terhadap jadwal dan progres fisik.
- Instansi terkait: mengenai mekanisme pengendalian, pemantauan, dan pertanggungjawaban pelaksanaan proyek.
JNO NEWS membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan berimbang.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan dokumentasi lapangan dan papan informasi proyek bertanggal 29 Oktober 2026. Persentase progres aktual, status keterlambatan, hasil pengawasan, serta kesesuaian pekerjaan dengan RAB dan pembayaran masih memerlukan verifikasi dokumen dan klarifikasi pihak terkait. Tidak ada kesimpulan mengenai pelanggaran yang ditetapkan hanya berdasarkan dokumentasi visual.
JNO NEWS — Tajam Mengawasi, Berimbang Mengabarkan.
Baca berita lainnya di www.jnonews.com.
