Ngawur Manajemen Mie Gacoan Kediri Diduga Antipati Terhadap Media: Investigasi Dihalangi, Manager Berlaku Kasar


Jnonews.com Kediri | Dugaan sikap tidak kooperatif kembali mencuat dari salah satu gerai Mie Gacoan di Kota Kediri. Manajemen restoran tersebut diduga menerapkan aturan yang kaku hingga terkesan menghalangi tugas jurnalistik ketika awak media melakukan investigasi terkait penggunaan dan sumber pasokan LPG yang digunakan di lokasi

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa saat awak media mencoba mengambil foto dan meminta keterangan resmi, salah seorang manajer Mie Gacoan berinisial A justru tidak ramah. Dengan nada suara yang tinggi, ia disebut menganggap layaknya pemilik usaha dan memperlakukan jurnalis seolah-olah bawahan, bukan sebagai mitra kontrol sosial yang menjalankan tugas sesuai undang-undang.

Padahal, kunjungan awak media bertujuan untuk memastikan keberimbangan informasi, bukan untuk mencari konflik. Namun respon pihak manajemen justru menimbulkan kesan bahwa media diperlakukan sebagai ancaman, bukan sebagai pihak yang berperan menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Setelah melalui proses dialog yang cukup menegangkan, manajer A akhirnya memberikan keterangan singkat bahwa “paralegal kami belum mengizinkan” , tanpa menjelaskan lebih lanjut alasan penolakan serta prosedur resmi yang seharusnya dijalankan.

Sikap kaku dan terkesan anti media ini memunculkan pertanyaan mengenai standar pelayanan publik, etika manajemen, serta komitmen perusahaan terhadap keterbukaan informasi. Pihak media menyatakan bahwa jurnalis bukanlah musuh, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial yang sah dan dilindungi undang-undang. Perilaku yang menghalang-halangi tugas jurnalistik juga dapat masuk ke ranah pelanggaran tertuang dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 .

Insiden ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak manajemen Mie Gacoan untuk melakukan evaluasi terhadap SOP dan sikap pelayanan kooperatif karyawan, terutama dalam menghadapi media yang bekerja demi kepentingan publik.(Red jno news hr)


Lebih baru Lebih lama