Dua Pelajar Dibegal di Pandaan, Satu Korban Terluka Sajam, Motor NMax Raib

Jno news 


PASURUAN – Aksi pencurian dengan kekerasan (begal) kembali meneror warga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dua pelajar asal Desa Jatirejo, Kecamatan Prigen, menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kedua korban masing-masing berinisial AAB (15) dan MIR (16). Saat kejadian, keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMax nomor polisi N 6418 XI warna putih dari arah Pandaan hendak pulang ke Prigen.

Insiden terjadi di jalan raya kawasan Tamandayu Sukorame, Desa Duren Sewu, Kecamatan Pandaan. Di tengah perjalanan, dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mirip Satria atau Sonic warna hitam strip merah menyalip dan menghadang laju korban.

“Salah satu pelaku yang dibonceng turun lalu menendang sepeda motor yang kami tumpangi hingga oleng keluar aspal dan tersungkur,” ujar MIR saat memberikan keterangan.

Saat kedua korban berusaha bangkit, para pelaku kembali menghampiri. Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan berusaha merampas sepeda motor. Karena korban sempat mempertahankan kendaraannya, pelaku mendorong dan menyabetkan pisau ke arah tubuh AAB.

“Saat berdiri, salah satu pelaku mendorong teman saya sambil menyabetkan pisau di bagian atas perutnya, hingga mengalami luka gores,” ungkap MIR.

Akibat kejadian tersebut, AAB mengalami luka gores di bagian atas perut. Sementara para pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor korban ke arah Prigen.

Merasa terancam setelah pelaku mengeluarkan senjata tajam, kedua korban memilih diam dan tidak melawan. MIR kemudian menghubungi keluarganya dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Pandaan.

Petugas piket dari Polsek Pandaan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari para korban.
Kasus tersebut kini telah tercatat dalam Laporan Pengaduan Masyarakat Nomor: LPM/36/II/2026/SPKT/Polsek Pandaan/Polres Pasuruan dan ditandatangani petugas piket Aiptu Fendid Agung. Penanganan lebih lanjut berada di bawah koordinasi Polres Pasuruan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat melintas pada malam hari di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (RDM)
Lebih baru Lebih lama