![]() |
| Pagu proyek jalan cor desa wunut |
J N O News | MOJOKERTO – Proyek pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2025 di Dusun Wunut RT 6, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menjadi sorotan setelah ditemukan kerusakan berupa retak-retak pada badan jalan, meski usia proyek diperkirakan belum genap enam bulan sejak selesai dikerjakan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan pembangunan rabat beton jalan lingkungan dengan volume 250 meter x 4 meter x 0,15 meter dengan total anggaran Rp223.589.300 yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025 dan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Wunut.
What (Apa yang terjadi)
Di lapangan, tim menemukan sejumlah titik pada permukaan rabat beton sudah mengalami retakan memanjang dan retak rambut, bahkan pada beberapa bagian terlihat indikasi penurunan struktur. Kondisi ini memunculkan dugaan awal bahwa kualitas pekerjaan atau spek teknis proyek tidak sesuai standar.
Where (Di mana terjadi)
Kerusakan ditemukan pada jalan rabat beton di Dusun Wunut RT 6, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
When (Kapan terjadi)
Proyek ini tercatat sebagai kegiatan APBDes Tahun Anggaran 2025, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa belum sampai enam bulan setelah pembangunan, kerusakan sudah mulai muncul.
Who (Siapa yang terkait)
Proyek tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Wunut.
Sementara itu, Kepala Desa Wunut berinisial T turut memberikan klarifikasi ketika dikonfirmasi oleh tim investigasi media.
Why (Mengapa bisa terjadi)
Saat dimintai keterangan, Kepala Desa Wunut inisial T menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan demi memenuhi kebutuhan warga.
“Itu demi merealisasikan keinginan warga. Saat proses pengecoran juga kondisi sedang hujan,” ujar Kades T saat dikonfirmasi.
Namun pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di kalangan pemerhati pembangunan desa. Pasalnya, dalam standar pekerjaan konstruksi, pengecoran beton dalam kondisi hujan berpotensi menurunkan kualitas campuran beton jika tidak dilakukan dengan metode perlindungan yang tepat.
How (Bagaimana fakta ditemukan)
Temuan ini bermula dari pemantauan langsung tim investigasi di lokasi proyek, yang kemudian mendokumentasikan kondisi jalan dan mencocokkannya dengan papan proyek yang terpasang. Hasil peninjauan menunjukkan indikasi kerusakan dini, yang secara teknis bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Campuran beton tidak sesuai mutu
Proses pengecoran tidak mengikuti standar teknis
Cuaca hujan saat pengerjaan tanpa perlindungan
Kualitas material yang tidak memenuhi spesifikasi
Catatan Investigasi
Jika benar proyek yang menggunakan Dana Desa lebih dari Rp223 juta ini mengalami kerusakan dalam waktu singkat, maka hal tersebut berpotensi menjadi indikasi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spek).
Secara regulasi, penggunaan Dana Desa harus memenuhi prinsip:
Transparansi
Akuntabilitas
Kualitas pembangunan
Apabila ditemukan unsur kelalaian atau penyimpangan, maka inspektorat daerah maupun aparat penegak hukum berwenang melakukan audit teknis terhadap proyek tersebut.
Kasus jalan rabat beton Desa Wunut ini menjadi contoh bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya terealisasi di atas kertas, tetapi juga harus kuat, tahan lama, dan sesuai standar teknis.
Sebab bagi masyarakat, jalan bukan sekadar proyek seremonial—melainkan urat nadi aktivitas ekonomi warga.
Tim investigasi media menyatakan akan terus memantau perkembangan proyek ini, termasuk kemungkinan adanya audit teknis atau klarifikasi lanjutan dari pihak terkait.Bersabung(hr)
