Lengkong Bergema Sholawat, Warga Dusun Lengkong RW 7 Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW.


Maulud Nabi Muhammad SAW 1448 H
(dokpri Johanes)


JNO news.com
MOJOKERTO, 29 Agustus 2026 — Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Dusun Lengkong, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (29/8/2026) malam. Warga setempat menggelar pengajian dan sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, yang berlangsung meriah namun tetap sarat dengan nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan bertajuk “Lengkong Bersholawat” tersebut diikuti masyarakat dari lingkungan RW 7 Dusun Lengkong, khususnya warga dari empat RT. Antusiasme terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir dan memenuhi lokasi kegiatan hingga ke sepanjang jalan di sekitar tempat acara.

Acara kegiatan tersebut menghadirkan Grup Sholawat Al Lud Ruki dengan pengasuh Gus Syahrul Munir. Acara juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengajak jamaah kembali memahami dan meneladani kehidupan serta akhlak Nabi Muhammad SAW.

Penceramah 


Dalam tausiyahnya, penceramah mengingatkan jamaah bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dari semangat meneladani Nabi Muhammad SAW.

Antusias Undangan


Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang membutuhkan penguatan nilai moral dan keagamaan. Sholawat dan pengajian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan malam itu saja, tetapi dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk meningkatkan ibadah, menjaga kerukunan serta mempererat persaudaraan antar
sesama warga.

*Dihadiri Kepala Desa dan Berbagai Unsur Masyarakat.*

Kegiatan Lengkong Bersholawat tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sidoharjo, Purnomo, bersama perangkat desa. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Dukungan terhadap kegiatan masyarakat juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur keamanan. Babinsa Alves dan Bhabinkamtibmas Redi turut hadir untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, Karang Taruna Dusun Lengkong, panitia serta masyarakat setempat ikut berperan dalam mempersiapkan dan mengawal jalannya acara. 

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang bersama untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah desa dan unsur keamanan.

Babinsa dan Babinkamtibnas


Dari pantauan jamaah tampak duduk dengan tertib mengikuti rangkaian acara. Sejumlah warga bahkan mengikuti kegiatan dari luar area utama karena jumlah jamaah yang hadir cukup banyak.

Tidak hanya warga Desa Sidoharjo, sejumlah undangan dari luar desa juga turut hadir sehingga menambah semarak kegiatan yang digelar di Dusun Lengkong tersebut.

*Purnomo: Bukan Sekadar Seremonial.*

Kepala Desa Sidoharjo, Purnomo, menyampaikan harapan agar kegiatan pengajian dan sholawat seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan beragama sekaligus menjaga kebersamaan masyarakat.

“Semoga dengan adanya kegiatan pengajian seperti ini, selain sebagai bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, juga dapat menjadi penguatan dalam kehidupan beragama dan mempererat silaturahmi serta kerukunan masyarakat,” harap Purnomo.

Ia juga mengapresiasi seluruh warga, panitia, Karang Taruna, perangkat desa serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

*Gotong Royong Warga Jadi Kunci Kesuksesan.*

Kesuksesan penyelenggaraan Lengkong Bersholawat tidak terlepas dari partisipasi masyarakat Dusun Lengkong, khususnya warga empat RT di lingkungan RW 7.

Semangat gotong royong terlihat mulai dari persiapan tempat, penataan lokasi hingga pengamanan dan pelayanan terhadap para jamaah. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan keagamaan masih mampu menjadi perekat sosial di tengah masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhirnya bukan hanya menjadi momentum untuk bersholawat dan mendengarkan tausiyah, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan antar warga.

*Penutup:*

Lengkong Bersholawat menjadi bukti bahwa semangat keagamaan dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Semoga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui lantunan sholawat dan peringatan Maulid, tetapi juga melalui akhlak mulia, kepedulian kepada sesama, menjaga persatuan serta mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Jurnalis Johanes
Lebih baru Lebih lama