Polres Mojokerto Gandeng Organisasi Mahasiswa Rawat Bhinneka Tunggal Ika, Cegah Polarisasi di Ruang Digital.

Kepolisian Resor(Polres)Mojokerto Menggelar Focus Group Discussion (FGD)



JNO News.com
Mojokerto, 14 Agustus 2026 – Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah organisasi mahasiswa di wilayah hukum Polres Mojokerto, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Cafe SSS, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, tersebut mengangkat tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.”

Komunikasi antara jajaran Polres Mojokerto

FGD berlangsung sekitar pukul 12.45 hingga 13.30 WIB. Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara jajaran Polres Mojokerto dengan organisasi kemahasiswaan untuk memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan kinerja masyarakat (kamtibmas), sekaligus meningkatkan peran dalam masyarakat melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan maupun konflik sosial.

Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Andi Yudha Pranata, SH, SIK, MSi



Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Andi Yudha Pranata, SH, SIK, M.Si., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kasat Intelkam Polres Mojokerto AKP Danny Prastiyansyah, SE, Kapolsek Pacet AKP M. Khoirul Umam, SH, serta AIPDA Noral Firmansyah, SH, Ps. Kanit 4 Sat Intelkam Polres Mojokerto.

Sementara dari unsur mahasiswa hadir Ketua HMI Cabang Mojokerto Ambang Muchammad I, Ketua IMM Kabupaten Mojokerto M. Ilham Aziz, Ketua Bidang HPKP IMM Kabupaten Mojokerto Haniv Lisya Dhuha, Kabid PPD HMI Kabupaten Mojokerto Teguh Fajar, Ketua PC PMII Kabupaten Mojokerto M. Nur Fadillah, Ketua Pelaksana Bidang Kaderisasi PMII Kabupaten Mojokerto Revian Sigit, Ketua PC GMNI Kabupaten Mojokerto Tohir, serta Ketua Komisariat Mayjen Sungkono GMNI Kabupaten Mojokerto Ahmed Jose.

Dalam berbagai hal, Kapolres Mojokerto menyampaikan penghargaan kepada organisasi mahasiswa yang telah menyumbangkan waktunya untuk hadir sekaligus menjaga komunikasi dengan kepolisian.

Menurutnya, komunikasi yang telah terbangun antara kepolisian dan mahasiswa merupakan bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Kapolres juga menegaskan bahwa jajaran Polres Mojokerto siap mendampingi dan menjamin keamanan berbagai kegiatan positif yang dilakukan pelajar di wilayah hukumnya. Ia juga membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa untuk menyampaikan kendala maupun persoalan yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres berharap penyampaian aspirasi mahasiswa dapat dilakukan melalui mekanisme komunikasi, audiensi maupun pertemuan dengan instansi terkait. Hal itu dinilai dapat menjadi ruang mewujudkan aspirasi secara sekaligus konstruktif menjaga situasi keamanan dan kesejahteraan masyarakat tetap kondusif.

Dari pihak mahasiswa, Ketua HMI Cabang Mojokerto Ambang Muchammad saya menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang selama ini terjalin dengan Polres Mojokerto.

Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara organisasi mahasiswa dengan kepolisian terus dipertahankan, khususnya dalam menjaga harkamtibmas di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Dalam forum tersebut, mahasiswa juga menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan nasional dan kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian publik. Mahasiswa menegaskan bahwa penyampaian kritik dan aspirasi merupakan bagian dari ruang demokrasi.

Ambang juga menyampaikan bahwa mahasiswa Mojokerto sebelumnya telah melakukan aksi turun jalan dengan sasaran Kantor DPRD Kabupaten/Kota Mojokerto sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Meski demikian, organisasi mahasiswa menyatakan komitmennya untuk tetap membangun koordinasi dengan Polres Mojokerto dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan sharing secara santai antara Kapolres Mojokerto dengan para perwakilan organisasi mahasiswa. Pembahasan diarahkan pada perkembangan situasi harkamtibmas, potensi konflik, dinamika organisasi mahasiswa serta pentingnya menjaga komunikasi di tengah derasnya arus informasi digital.
FGD tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengelolaan potensi konflik dengan melibatkan kelompok masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan sosial dan demokrasi.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sinergitas tersebut dinilai semakin penting. Mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan, mengedepankan sikap kritis yang konstruktif serta membantu masyarakat menyaring informasi yang beredar di media sosial.

Polarisasi di ruang digital menjadi salah satu perhatian karena informasi yang belum terverifikasi, provokasi maupun isu yang sengaja disebarluaskan dapat memengaruhi situasi sosial apabila diterima dan disebarkan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

Karena itu, masyarakat, termasuk mahasiswa, diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Sikap kritis, verifikasi informasi serta penggunaan media sosial secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan.

Kegiatan FGD ditutup dengan foto bersama antara Kapolres Mojokerto dan para perwakilan organisasi mahasiswa.

*Kata Penutup:*

Sinergitas antara kepolisian dan organisasi mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi terus diwujudkan melalui komunikasi dan kerja sama yang konstruktif. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun persatuan dan keamanan bersama tetap menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan mengedepankan dialog, verifikasi informasi dan penyampaian aspirasi secara bertanggung jawab, semangat Bhinneka Tunggal Ika diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika masyarakat dan perkembangan ruang digital.

Jurnalis Johanes
Lebih baru Lebih lama