Revitalisasi SLB Harapan Mulia Dawar Rp964 Juta Disorot, Semen, Galvalum hingga Rongga Bangunan Jadi Tanda Tanya


jno news
diduga material tak SNI


MOJOKERTO — Pembangunan boleh dikebut, tetapi mutu jangan ikut-ikutan “ngebut”. Itulah kira-kira yang menjadi catatan JNO NEWS saat melakukan pemantauan lapangan terhadap kegiatan Revitalisasi P2SP SLB Harapan Mulia Dawar, Kabupaten Mojokerto, dengan nilai anggaran sekitar Rp964.548.600.

Hasil pemantauan visual dan dokumentasi jurnalistik menemukan sejumlah kondisi yang dinilai perlu mendapatkan klarifikasi serta pemeriksaan teknis lebih lanjut. Mulai dari penggunaan semen yang disebut bermerek Singa Merah, proses pencampuran semen dan pasir secara manual, penggunaan galvalum yang perlu diverifikasi spesifikasinya, hingga ditemukannya bagian bangunan yang tampak memiliki rongga. Parikan Jawa Timur: “Tuku pecel nang pinggir dalan, sambale pedes dicampur terasi. Bangunan kudu kuat lan aman, mutu proyek ojo mung dadi janji.”

Soal semen, misalnya. JNO NEWS tidak sedang mencari siapa yang salah, apalagi menjadi “hakim proyek”. Yang ingin diketahui sederhana saja: apakah material yang digunakan sesuai dengan dokumen teknis, RAB, spesifikasi dan ketentuan program revitalisasi? Sebab dalam pekerjaan konstruksi, merek bukan satu-satunya ukuran. Yang lebih penting adalah kesesuaian spesifikasi dan mutu material. Kalau istilah wong Jawa, “ora mung katon apik, nanging kudu apik tenan.”

Hal lain yang menjadi perhatian adalah proses pencampuran semen dan pasir yang dilakukan secara manual serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Pekerja disebut belum seluruhnya terlihat menggunakan APD secara memadai. Nah, ini bukan soal gaya. Helm keselamatan bukan aksesori foto, dan sepatu kerja bukan sekadar pelengkap. Kalau bekerja di proyek, keselamatan mestinya menjadi “wajib”, bukan “kalau ingat”. “Mangan rawon nganggo krupuk, ngombe es teh nang pinggir kali. Proyek oleh rampung kanthi cukup, nanging K3 ojo nganti lali.”

Yang paling menarik perhatian adalah ditemukannya sejumlah bagian bangunan yang tampak memiliki rongga. Apakah rongga tersebut sekadar persoalan finishing? Apakah ada masalah pada proses pengerjaan? Atau justru membutuhkan pemeriksaan lebih serius? JNO NEWS tidak ingin berspekulasi. Karena itu, bagian tersebut semestinya diperiksa oleh tenaga teknis yang kompeten untuk mengetahui penyebab, tingkat kondisi, dampak terhadap kualitas konstruksi, serta apakah diperlukan tindakan perbaikan.

Pada sisi lain, galvalum yang digunakan juga perlu diverifikasi. Bukan soal “merek siapa” atau “barang dari mana”, melainkan apakah jenis, ketebalan, kualitas dan spesifikasinya telah sesuai dengan dokumen pekerjaan. Begitu pula dengan komposisi adukan semen dan pasir. Kalau campuran harus pas, ya harus pas. “Kakehan pasir bisa kurang kuat, kakehan semen belum tentu langsung hebat.” Karena itu, pemeriksaan dokumen dan kondisi fisik di lapangan menjadi penting agar penilaian tidak berhenti pada dugaan visual semata.

JNO NEWS telah meminta pihak Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, pelaksana, pengawas serta pihak terkait memberikan klarifikasi dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan tersebut. Pemeriksaan diharapkan mencakup Juknis, RAB, gambar kerja, spesifikasi material, metode pelaksanaan, pengawasan mutu, K3 hingga kesesuaian realisasi fisik dengan nilai anggaran. Intinya sederhana: uang negara harus menghasilkan bangunan yang bermutu, aman dan bermanfaat bagi peserta didik. Kalau ada yang sesuai, sampaikan sesuai. Kalau ada yang perlu diperbaiki, perbaiki. Sebab prinsipnya bukan mencari siapa yang kalah dan siapa yang menang, tetapi memastikan sekolah dibangun untuk anak-anak, bukan sekadar untuk mengejar laporan bahwa proyek sudah selesai.(hr)

Lebih baru Lebih lama