Warga Dua Dusun Bangun Jembatan Swadaya Demi Mempermudah Akses Jalan Anak Sekolah dan Warga

Wawancara awak media dengan Rw jeruk seger 



JNOnews.com
Mojokerto – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Pagerwojo, Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Warga secara mandiri membangun sebuah jembatan penghubung antarwilayah demi memperlancar akses masyarakat dan keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi area tersebut.

Pembangunan jembatan swadaya itu berada di wilayah timur Dusun Pagerwojo RW Jerukseger yang dipimpin Pak Ahmad, sementara sisi barat masuk wilayah RT 1 RW 4 Dusun Bandung Kulon, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg.

Keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas warga, khususnya para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nailus Sukri Desa Jerukseger. Selama ini anak-anak harus melintasi jalur yang cukup berbahaya, terlebih saat musim hujan tiba dan debit air Sungai Kedung Soro meningkat.

Salah satu warga bernama Yudi saat diwawancarai tim awak media mengatakan bahwa kondisi sungai memang terlihat seperti sungai mati saat musim kemarau. Namun ketika musim penghujan, air dari Sungai Kedung Soro kerap meluap hingga ke arah selatan dan sulit dikendalikan.

“Kalau musim hujan antara bulan Januari sampai April sering banjir. Walaupun kelihatannya sungai mati, kalau meluap airnya tidak terbendung,” ujarnya.

Menurut Yudi, pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong dan swadaya masyarakat karena kebutuhan akses yang mendesak. Warga merasa prihatin karena jembatan tersebut bukan hanya digunakan masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi jalur penting penghubung antar desa.

Ia juga menyayangkan belum adanya bantuan resmi dari pihak yayasan pendidikan yang setiap hari para siswanya memanfaatkan akses tersebut untuk berangkat sekolah.
“Untuk pihak yayasan sendiri belum memberikan sumbangan sedikit pun,” tambahnya.

Meski demikian, semangat masyarakat tidak surut. Warga tetap melanjutkan pembangunan dengan harapan ada perhatian dari pemerintah maupun donatur luar desa yang peduli terhadap keselamatan masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Yudi juga menyebut bahwa Kepala Desa Jerukseger dan Kepala Desa Bandung telah memberikan bantuan secara sukarela dan pribadi guna mendukung proses pembangunan jembatan tersebut.

“Ke depan rencananya kami akan mencoba mengajukan bantuan ke dinas terkait dan juga mencari donatur dari luar desa,” pungkasnya.

Saat ini proses pembangunan masih berlangsung dan masyarakat berharap jembatan tersebut segera selesai agar dapat digunakan secara aman oleh warga dan para pelajar.

Jurnalis Johanes/tim
Lebih baru Lebih lama