Sembilan Proyek Irigasi Senilai Rp5,45 Miliar Dikebut 150 Hari, Pemkab Mojokerto Optimistis Perkuat Ketahanan Pangan.

Proyek Irigasi Jatidukuh dalam
 Pengerjaan (Dokpri-Jerico).




JNO News.com
Kamis, 23 Juli 2026
Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pelaksanaan sembilan proyek pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah wilayah. 


Lokasi Pengerjaan Irigasi Bendung Jatidukuh.


Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya para petani, sebelum datangnya musim hujan dan memasuki masa tanam berikutnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, menjelaskan bahwa kontrak kerja dengan sembilan kontraktor pelaksana telah resmi ditandatangani pada Jumat, 26 Juni 2026. Sejak penandatanganan kontrak tersebut, seluruh pekerjaan fisik mulai dilaksanakan secara bertahap di lapangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurut Yuni, target penyelesaian selama 150 hari bukan sekadar memenuhi administrasi proyek, melainkan merupakan strategi pemerintah daerah untuk memastikan seluruh jaringan irigasi dapat berfungsi secara optimal sebelum musim penghujan tiba. Dengan jaringan irigasi yang baik, distribusi air menuju areal pertanian diharapkan lebih lancar sehingga produktivitas hasil panen masyarakat dapat meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Adapun sembilan proyek tersebut terdiri dari Peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II sepanjang 50 meter dengan anggaran Rp413.043.000 yang melayani sekitar 4 hektare sawah. 

Selanjutnya Peningkatan Jaringan Irigasi Desa Pekuwon sepanjang 360 meter dengan anggaran Rp232.706.000 yang mengairi sekitar 32,64 hektare lahan pertanian.

Kemudian terdapat Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Turi sepanjang 422 meter senilai Rp300.997.000 dengan cakupan layanan sekitar 32,73 hektare sawah. Sementara Peningkatan Jaringan Irigasi Sumber punggul sepanjang 76 meter memperoleh anggaran Rp407.368.000 dan diproyeksikan melayani sekitar 67,28 hektare lahan pertanian.

Pada sektor bendung, pemerintah mengalokasikan Rp647.467.000 untuk Rehabilitasi Bendung Urung-urung II yang melayani sekitar 27 hektare sawah. Selanjutnya Rehabilitasi Bendung Jatidukuh memperoleh anggaran Rp624.560.000 dengan cakupan layanan sekitar 40,71 hektare.

Nilai proyek terbesar terdapat pada Peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II dengan anggaran mencapai Rp2.147.999.000 yang akan mendukung pengairan sekitar 72 hektare sawah produktif. Selain itu terdapat Peningkatan Bendung Losari II senilai Rp492.709.000 yang melayani sekitar 9,46 hektare lahan, serta Rehabilitasi Pintu Air Bendung Tambaksari dengan anggaran Rp187.323.000 yang mendukung pengairan sekitar 39 hektare sawah.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan irigasi memiliki tantangan tersendiri karena sebagian besar lokasi berada di aliran sungai yang sangat dipengaruhi kondisi alam, debit air, dan cuaca.

Menurutnya, diperlukan metode pelaksanaan yang tepat, percepatan pekerjaan, serta pengawasan yang maksimal agar seluruh proyek dapat diselesaikan tepat mutu, tepat biaya, tepat waktu, dan tepat manfaat. Hal tersebut juga menjadi upaya untuk menghindari keterlambatan penyelesaian pekerjaan sebagaimana yang pernah terjadi pada beberapa proyek di tahun sebelumnya.

Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga terus berupaya memperluas pembangunan infrastruktur irigasi melalui dukungan pemerintah pusat. Sebanyak 30 usulan proyek telah diajukan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) yang meliputi rehabilitasi saluran sekunder, saluran tersier hingga pembangunan jaringan irigasi air tanah.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan jaringan irigasi secara menyeluruh, menjaga ketersediaan air bagi petani sepanjang musim tanam, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung upaya pengendalian banjir di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.

Dengan percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani melalui sistem irigasi yang lebih andal dan berkelanjutan.

Jurnalis Jerico
Lebih baru Lebih lama