![]() |
| Penyaluran Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Di Desa Terusan. |
JNO News.com
MOJOKERTO, 26 Agustus 2026 — Penyaluran Bantuan Pangan berupa beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kembali dilakukan kepada masyarakat di Kabupaten Mojokerto. Kali ini, penyaluran berlangsung di Kantor Kepala Desa Terusan, Jalan Raya Letkol S. Prawiro Soebrio No. 10, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Rabu (26/8/2026).
Pantauan di lokasi dan yang diterima awak media, kegiatan penyaluran berlangsung dengan melibatkan warga yang datang secara langsung ke kantor desa. Sejumlah karung beras bantuan terlihat telah disiapkan di lokasi untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Dalam pembagian tersebut, tampak proses pelayanan dilakukan melalui meja administrasi. Warga secara bergantian menyerahkan dokumen identitas untuk dilakukan pengecekan dan verifikasi data sebelum bantuan diberikan.
![]() |
| Antrian warga Desa Terusan |
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap dokumen penerima, sementara beras bantuan telah tersedia di lokasi. Setelah proses administrasi dilakukan, warga menerima beras yang telah disiapkan.
*Setiap Penerima Mendapat Tiga Karung.*
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 734 warga Desa Terusan yang tercatat sebagai penerima bantuan pada penyaluran kali ini.
Masing-masing penerima mendapatkan tiga karung beras, dengan berat masing-masing karung 10 kilogram. Dengan demikian, setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras.
![]() |
| Jumlah Karung 2.202 Sak |
Jumlah penerima sebanyak 734 orang dan seluruh penerima mendapatkan tiga karung, maka jumlah karung yang harus disalurkan mencapai 2.202 karung.
734 penerima × 3 karung = 2.202 karung.
Berat, setiap karung memiliki berat 10 kilogram, maka total bantuan yang diterima seluruh penerima adalah:
2.202 karung × 10 kilogram = 22.020 kilogram atau 22,02 ton.
Informasi mengenai beras yang disebut disiapkan sebanyak 22.000 kilogram. Apabila angka 22.000 kilogram merupakan jumlah stok yang tersedia, terdapat selisih 20 kilogram dibandingkan kebutuhan matematis 734 penerima × 30 kilogram.
Selisih tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan, namun perlu diklarifikasi oleh pihak terkait, terutama apabila angka 734 penerima dan jatah 30 kilogram per penerima merupakan data final penyaluran.
*Warga Mengaku Terbantu.*
Salah seorang warga penerima bantuan, Erna, membenarkan dirinya menerima bantuan beras sebanyak tiga karung.
![]() |
| Salah satu warga Penerima Bantuan |
Ia menyampaikan rasa terima kasih karena bantuan tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.
“Alhamdulillah, saya menerima tiga sak, masing-masing 10 kilogram,” ungkapnya.
Warga lainnya juga terlihat mengikuti proses penyaluran secara bergantian. Bantuan beras tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok sehari-hari.
*Proses Administrasi dan Verifikasi Terlihat Dilakukan.*
Proses penyaluran tidak hanya berupa pengambilan beras. Sebelum menerima bantuan, warga terlihat mengikuti proses administrasi dan pengecekan dokumen.
Sejumlah lembar data penerima juga tampak berada di atas meja pelayanan. Petugas melakukan pengecekan terhadap dokumen yang dibawa warga sebelum proses penyerahan bantuan dilakukan.
Mekanisme tersebut penting dalam pelaksanaan program bantuan pemerintah karena data penerima menjadi salah satu bagian utama untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang telah tercatat sebagai penerima.
Pada bagian lain dokumentasi, karung beras bantuan terlihat berada di sekitar lokasi pelayanan. Kemasan beras menunjukkan identitas sebagai bagian dari program bantuan pangan pemerintah.
.Bulog dan Pemerintah Desa Diharapkan Menjaga Ketepatan Data.*
Program bantuan pangan yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.
Karena menggunakan program pemerintah, proses penyalurannya perlu dilakukan secara tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak hanya jumlah beras yang harus sesuai, tetapi juga data penerima serta jumlah bantuan yang diterima masing-masing warga.
Pengawasan masyarakat menjadi penting agar pelaksanaan bantuan dapat berjalan sesuai ketentuan. Apabila terdapat perubahan jumlah penerima, kekurangan, kelebihan atau perbedaan jumlah beras, hal tersebut idealnya dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak pelaksana.
Dalam rilis yang diterima awak media, Muhammad Husin, Pimpinan Cabang Bulog Mojokerto, menyampaikan harapan agar bantuan pangan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Melalui Program Bantuan Pangan ini, kami berharap bantuan pangan beras dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga pangan di masyarakat,” ungkap Husin.
*Bukan Hanya Tersalurkan, Tetapi Harus Tepat Sasaran.*
Penyaluran bantuan pangan pada dasarnya tidak cukup hanya diukur dari banyaknya beras yang berhasil didistribusikan. Aspek yang juga penting adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat yang tercatat sebagai penerima sesuai data yang telah ditetapkan.
Dengan jumlah 734 penerima, apabila setiap warga memperoleh tiga karung beras seberat 10 kilogram per karung, maka secara matematis jumlah bantuan yang diterima masyarakat mencapai 2.202 karung atau 22.020 kilogram (22,02 ton).
Sementara apabila stok yang tersedia benar-benar sebanyak 22.000 kilogram, maka terdapat selisih 20 kilogram dari hasil perhitungan berdasarkan jumlah penerima. Karena itu, angka tersebut perlu dipastikan kembali melalui data administrasi penyaluran agar tidak menimbulkan perbedaan informasi di tengah masyarakat.
Hal tersebut penting mengingat bantuan pangan merupakan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan menggunakan sumber daya pemerintah.
*Pantauan di Kantor Desa Terusan.*
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan kegiatan berlangsung di Kantor Kepala Desa Terusan, Jalan Raya Letkol S. Prawiro Soebrio No. 10, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Warga penerima terlihat datang ke lokasi dengan membawa dokumen yang diperlukan. Proses administrasi dilakukan sebelum beras diserahkan kepada penerima.
Dokumentasi video juga memperlihatkan aktivitas warga saat menerima bantuan serta keberadaan karung beras yang telah dipersiapkan di lokasi.
Pelaksanaan penyaluran di tingkat desa diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan bantuan sekaligus memudahkan proses verifikasi data penerima.
Pemerintah desa bersama pihak terkait diharapkan terus menjaga transparansi dalam setiap tahapan penyaluran, mulai dari pendataan penerima, jumlah beras yang diterima hingga proses distribusinya.
Dengan demikian, program Bantuan Pangan CPP tidak sekadar tersalurkan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang berhak.
Jurnalis Jerico



