REVITALISASI SDN 1 BANGSRI DIDUGA DIKERJAKAN TUKANG "RACIKAN" NON-LOKAL, HASILNYA BOLONG-BOLONG KAYA ROTI!

Jno news
Pagu proyek SDN 1 Bangsri Kertosono 


www.jnonews.com

Nganjuk | Waduh, ati-ati lur! Jika Anda melihat revitalisasi di SDN 1 Bangsri, Kertosono, jangan kaget kalau nanti ada yang bolong atau miring. Pasalnya, proyek revitalisasi dengan anggaran jumbo sebesar Rp 623.830.000 dari APBN 2026 ini, diduga kuat “dikeroyok” oleh pekerja yang minim keahlian alias asal jadi.

Dari papan proyek di lokasi, kegiatannya sah-sah saja. Tertera nama SDN 1 Bangsri, pelaksana P2SP, dan konon katanya proyek ini didampingi langsung oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk. Targetnya selesai 31 Desember 2026. Tapi, jangan lihat papannya doang, lur! Yang bikin miris adalah kualitas di lapangan yang bikin dahi berkerut.

Kok Bisa? Pekerja "Pasukan Lintas Batas" Meninggalkan Rongga Kosong

Sesuai laporan yang masuk ke meja redaksi, fakta paling “pedas” adalah pembangunan sistem swakelola ini melibatkan warga di luar Desa Bangsri. Tenaga kerja justru didatangkan dari luar desa. Ya, siapa sangka, proyek desa malah didatangi “pasukan lintas batas” dari luar.

Parahnya lagi, kualitas pengerjaan mereka diragukan booming. Banyak titik pekerjaan yang terlihat tidak presisi, dan yang paling bikin geleng-geleng kepala, ada bagian yang “berongga-rongga”. Rongga ini bukan rongga estetika, tapi rongga yang menandakan pekerjaan asal-asalan. Bisa dibayangkan, ini proyek gedung sekolah buat bocah-bocah SD, tapi kok penuh lubang dan celah. Jangan-jangan mereka pikir lagi bikin lubang biopori buat resapan air?

Kepala Sekolah saat di kordinasi terkait diatas jawabnya Walaikumsalam nggih terimakasih koordinasinya🙏😊

Ketika awak media yang berperan sebagai kontrol sosial mencoba mengklarifikasi langsung ke pihak sekolah, jawabannya justru bikin gugup. Kepala SDN 1 Bangsri hanya merespons dengan kalimat diplomatis super santai: "Walaikumsalam nggih terimakasih koordinasinya 🙏😊".

Alhamdulillah, jawabannya sopan banget. Tapi, pertanyaannya: koordinasi apa yang dimaksud? Kok sepertinya tidak ada sama sekali unsur penolakan atau pembelaan terhadap mutu proyek yang berantakan itu? Sang kepala sekolah ini mungkin sudah pasrah, atau mungkin terlanjur “mikir banyu” karena sudah ada yang tahu kualitas bangunannya. Sangat disayangkan, pagar yang harusnya melindungi anak-anak, malah ngrawat rongga kosong.

Kontrol Sosial: Jangan Sampai Anggaran Negara Jadi Rongsokan!

Seperti kata pepatah, media adalah gerbang terakhir ketika proyek negara lolos dari pengawasan. Kami di Jno News mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal proyek ini. Jangan sampai uang rakyat sebesar Rp623 juta hanya menjadi “gorengan” yang habis dimakan waktu.

Jangan sampai satu atau dua tahun ke depan, sekolah ini bukan tempat belajar, tapi tempat berburu rongsokan! Kalau memang pekerja tidak ahli, lebih baik mereka pulang kampung, jangan sekalian bawa kabur duit negara!

Ajak Kawan-kawan Dinas & Kejaksaan: Jangan Cuma Dampingi di Meja!

Kami dengan tegas menantikan tindakan nyata. Kepada Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Negeri Nganjuk, coba turun gunung deh! Jangan cuma mendampingi proyek dari balik meja dan stempel basah. Kalau ada tim yang bengong karena proyeknya bolong-bolong, segera lakukan audit teknis menyeluruh.

Mari kita kawal bersama-sama, saget piye carane! Masa iya anak-anak SD harus sekolah di gedung yang “bolong-bolong”. Awas, nanti yang salah malah dikejar-kejar sama teman sebayanya! (JNO Investigasi akan terus memantau perkembangan kasus ini!).(Hr)
Lebih baru Lebih lama